Mar 26, 2009

Terima Kasih

26 Maret 2009, (mode Ketua RT:ON) pertama-tama saya ucapkan pada semua pengunjung setia anakberbakti.blogspot.com yang selalu setia mengunjungi, meskipun tidak ada cerita baru. Yang kedua saya ucapkan terima kasih pada kekasih saya Aqnies Mabella yang selalu mendorong, memotivasi, menyemangati saya untuk tetap menulis semua aib yang telah saya lakukan. Yang ketiga, ucapan terima kasih juga kepada sanak saudara dan handai tolan yang turut serta membentuk anak berbakti menjadi manusia Pengayom, Pembimbing dan Membanggakan. Berikut adalah secuil kisahnya

PENGAYOM

Andai saja tidak ada aturan untuk upacara bendera setiap hari senin pukul 07.00 – 08.00, tentu anak berbakti tidak akan menjadi manusia dengan sosok pengayom wong cilik. Label ini (pengayom wong cilik) sudah melekat jauh…….. pada diri anak berbakti. Sebelum di jadikan slogan partai-partai yang sok jadi pengayom wong cilik sejati seperti halnya pada diriku. Bahkan gelar ini dengan sangat sukarela diberikan oleh para wong cilik pada anak berbakti.
Pada waktu SMP(Sekolah Menengah Pertama), sangatlah muda bagiku puntuk mendapatkan teman terutama dari kalangan wong cilik. Sosokku begitu dikenal disemua kelas sebagai pengayom sejati, lagi-lagi terutama bagi kalangan wong cilik. Sumpah, sungguh berat beban yang harus anak berbakti tanggung demi gelar sialan ini. Gak percaya??? Ini buktinya

1. Dengan tinggi 160cm (ukuran anak SMP) Setiap upacara anak berbakti harus selalu baris di urutan depan. Dan hinanya lagi para wong cilik(Yedi, Aji, Funggi,yowan,beni dll) selalu menempel ketat layaknya homo, dibelakang anak berbakti umtuk mendapatan pengayoman
2. Jika lupa tidak mebawa topi, maka sudah jelas anak berbakti kena dampratan para guru “hee… koen seng koyok jerapah, maju” red: hei kamu yang seperti jerapah,maju
3. Tidak bisa bolos untuk ngikutin upacara, karena para guru sudah apal dengan kepalaku yang selalu nongol lebih tinggi diantara wong cilik.
4. Selama satu tahun anak berbakti melakukan ritual sebanyak 4 hari senin x 12 Bulan = 48 potong masa liburan + 8 hari =40 Upacara bendera. Kalikan 6 Tahun ( selama masa SMU aku tetap mengalaminya karena tinggiku menjadi 180cm) = 240 Kali
Oleh karena itu, label “Pengayom Wong Cilik” Sesungguhnya adalah beban berat yang harus anak berbakti pikul.

PEMBIMBING

Dijaman modern dan canggih seperti ini, sosok seoarang tauladan dan pembimbing seperti anak berbakti sangat diperlukan oleh generasi muda penerus bangsa. Bakat sebagai pembimbing sudah mulai terlihat sejak SD kelas satu, manusia yang pertama kali merasakan bimbinganku adalah Bowo. Teman satu bangku, yang tidak pernah mandi sebelum berangkat sekolah selama tiga tahun berturut-turut.
Di latar belakangi oleh sebuah pohon mangga mistik dibelakang sekolah. Gimana gak mistik, pohon mangga ini konon setiap berbuah tidak lebih dari 5 buah. Dan pemiliknya pun terkenal galak dan bengis pada anak anak SD yang sering pipis di halaman rumahnya. Dan yang jadi masalah adalah anak berbakti ingin sekali makan mangga tersebut tapi tidak pernah berani memetiknya. Karena beredar rumor barang siap yang memetik mangga itu akan sakit perut selama seminggu bahkan lebih dari itu, di pohonnya pun diberikan papan bertuliskan “YANG MEMETIK AKAN SAKIT PERUT”. Lagi-lagi di saat terdesak (ingin makan mangga) kecerdasan yang di karuniakan Tuhan YME anak berbakti muncul. Dengan sangat cerdas anak berbakti berfikir “YANG MEMETIK” tapi bukan “YANG MEMAKAN” a..haaaaa.!!!! muncul ide bagaimana membimbing Bowo agar mau memetiknya. Alasan kenapa Bowo yang anak berbakti bombing adalah

1. Cuma dia seorang yang belum bisa membaca
2. Paling jago memanjat
3. Paling gampang dibimbing

Segala bimbingan dan rayuan serta meyakinkan bahwa pemilik buah mangga masih ada hubungan saudara dengan anak berbakti. Dengan sangat mudah masuk kedalam relung hati Bowo. Dan disepakati hari minggu saat sekolah sedang sepi-sepinya kami(hanya Bowo) akan memetik buah mangga tersebut. Hari minggu dilewati dengan sangat mudah, anak berbakti dengan ihlas memberikan Bowo sebagian haknya berupa 1 buah mangga, 1 untuk anak berbakti dan 1 lagi untuk dibagikan ke teman-teman di kelas(betapa mulianya hatiku). Pada saat jam pelajaran sayup-sayup terdengar sang pemilik memaraih anak-anak kelas enam karena mengambil buah mangga tanpa ijin. Dan bowo mulai sadar bahwa bimbinganku agak sedikit meleset dari persepsinya.
Pada hari berikutnya yaitu selasa, adalah pelajaran Agama. Disampaikan oleh bpk xxx(maaf lupa namanya) beliau menceritakan bagaimana keadaan surge dan neraka. Surga adalah tempat dimana orang-orang baik dan sholeh berkumpul, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, berisi bidadari-bidadari cantik dll yang indah indah. Sedangkan neraka adalah tempat orang-orang jahat yang suka mabuk, mencuri, melawan orang tua dimana neraka itu panas, bau, dan tidak ada makanan selain duri.
Entah dimana Bowo mendapatkan pertanyaan sangat cerdas,”kalau mencuri maggah itu bisa masuk neraka tidak????” Jreng!!! Dadaku terasa sesak, mata berkunag-kunang, berkeringat dingin saat bapak xxx menjawab “Mencuri mangga juga bisa masuk neraka” al hasil bukan seminggu anak berbakti sakit perut. Tetapi seminggu anak berbakti gelisah dan tidak bisa tidur gara-gara takut masuk neraka (ooooo sooo sweat….)
MEMBANGGAKAN
Karena sudah malem dan ngatuk, ntar aja ya di lanjut lg

1 comment:

Mardee W said...

pembimbing edan!

*nunggu ceritera selanjutnya