Feb 21, 2010

Mario Teguh: Wanita Perokok Tidak Pantas Dinikahi

Menurut saya benar, menurut istri saya benar, menurut saudara saya benar dan menurut teman saya pun benar. Tapi kenapa pendapat diatas menjadi salah? Apa yang salah dari pernyataan tersebut? Saya rasa ini hanya salah pada organisasi-organisasi atau LSM yang (katanya) membela hak-hak kaum perempuan. Yang selalu menuntut persamaan Gender antara laki-laki dan perempuan. Dan menganggap pernyataan terebut terlalu menganggap remeh perempuan.

Saya sebenarnya tidak tertarik dengan pernyataan Mario Teguh tersebut, tapi saya lebih tertarik dengan reaksi sejumlah orang maupun organisasai yang (katanya) membela kaum permpuan dari kebuasan lelaki. Mereka(mungkin anda juga) marah dengan pernyataan Mario Teguh yang dianggap tidak menghargai persamaan derajat antara perempuan dan laki-laki(istilah kerennya emansipasi).

Emansipasi, setau saya para permpuan paling fasih dan ajib banget memanfaatkan istilah ini. Sedikit-sedikit menggunakan istilah ini sebagai senjata ampuh, dan tentu mengambil kenutungan dari emansipasi perempuan. Misal neh ya. Saat ini banyak wanita bisa bekerja dan bahkan punya posisi penting dibandingakan laki-laki. Ketika para suami dari wanita-wanita ini kehilangan perkerjaan berapa banyak(berate bukan semua) yang berkomentar”dasar suami g bertanggung jawab, ngasih makan istri aja kagak bisa”. Wanita masih menuntut diberikan nafka lahir dari suami-suami mereka yang dgn ikhlas memberikan kesempatan bagi wanita-wanita lain untuk bekerja demi memperjuangkan EMANSIPASI.

Namun, jika ada posisi yang kiranya tidak menguntungkan mereka akan berlindung dibalik isu GENDER. Dimana seharusnya pria lebih bisa menghargai persaaan permpuan yang lemah dan tidak berdaya. Missal dari contoh diatas, wanita merasa terhina dan menganggap pria sok kuasa untuk memilih wanita hanya dari perbuatan “merokok”.

Saya pernah punya teman wanita(dan banyak diataranya), dia pernah bilang “DIA TIDAK SUKA PRIA PEROKOK DAN TIDAK AKAN MAU PACARAN APALAGI MENIKAH DENGAN PRIA PEROKOK” apakah pernyataan ini membuat saya panas dan merasa harga diri saya hanya dinilai dari perbuatan saya “merokok”? ketika ada teman laki-laki lain yang merokok dan mendengar pernyataan tersebut juga tidak marah. Waktu SMU, hampir seluruh teman laki-laki satu kelas suka merokok juga sama sekali tidak ada yang tersinggung trus kenapa anda marah?

Hai kaum perempuan, jika anda (yang katanya) menjunjung tinggi persamaan hak perempuan dan laki-laki kenapa anda marah dengan pernyataan tersebut. Kami yang laki-laki tulen saja sama sekali gak ngefek apalagi marah. Maka pesan kami dari kaum pria (sok mewakili), jika anda seorang permpuan dan ingin disamakan dengan laki-laki maka jangan hanya HAK nya saja yang anda minta melainkan Kewajiban juga harus anda imbangi juga.

Mohon maaf bagi yang tidak setuju

2 comments:

FootNote said...

sejujurnya pernyataan seperti itu sangatlah kasar dan menyakitkan bagi perempuan, jadi kalo emang tidak mau ya sudah jauhi dan jangan nikahi, tapi kalo sampai berbicara seperti itu bagi beberapa orang wanita itu sangatlah menyakitkan

Anonymous said...

cacad kalian,,gt aja di pikirin